(3) Praktikkan Inti Kehidupan: Bab 19–32
#31 Mendampingi Orang Percaya yang Semakin Dewasa
Percaya yang Semakin Dewasa
Salah satu tantangan terbesar untuk berpikir dengan benar tentang tahap ketiga pertumbuhan rohani ini, yang digambarkan Yohanes sebagai “bapa-bapa,” adalah bahwa secara budaya menjadi tidak pantas untuk menggambarkan diri sendiri sebagai orang percaya yang dewasa. Mentalitas ini menggambarkan rasa rendah hati yang palsu.
Menangani kebanggaan dengan benar
Pandangan alkitabiah membawa kita untuk: (1) semakin mengadopsi standar dan tujuan Allah; (2) mencari Allah agar Ia terus mendampingi kita dalam kesalehan; dan (3) dilatih untuk lebih baik membantu mereka di sekitar kita.
Dari perspektif seorang bapa
Allah, sebagai “Bapa” kita, sama-sama menginginkan agar kita maju menuju kedewasaan penuh. Orang percaya Kristen yang dewasa mencari keintiman yang lebih besar dengan Allah agar dapat benar-benar terlibat dalam pelayanan kepada orang lain.

Dengan hati untuk melayani
“Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu!” (1 Korintus 14:20).
Tujuan bagi orang percaya dewasa
- Mencari keintiman dengan Allah
- Menyelami lebih dalam Firman-Nya
- Bergumul dengan pergumulan pribadi yang mendalam
- Bertekun ketika orang lain telah menyerah
- Percaya ketika orang lain ragu
- Murni hidup dalam masyarakat yang tidak murni
- Menunjukkan kasih Allah dengan melayani orang lain
Pelajaran
- Orang percaya seharusnya bermimpi untuk “dewasa” secara rohani, bisa dekat dengan Allah dan diberdayakan oleh-Nya untuk melayani.
- Pelatihan kita perlu tidak hanya menanamkan visi lengkap ini tetapi memperlengkapi orang percaya untuk tetap dekat dengan Allah dan melayani orang lain.
Hafalkan dan Renungkan
1 Korintus 14:20

Penerapan
- Apakah Anda orang percaya yang dewasa? Bukti apa yang Anda miliki?
- Tantangan apa yang Anda miliki untuk tetap dekat dengan Allah?